Batik Tradisional Madura Punah

Batik tradisional Madura, Jatim akan punah,

batik madura

Motif Sekar Jagad


bila para pengrajin dan pengusaha batik tergiur mengikuti tren motif batik soft atau lembut, yaitu motif batik yang cenderung diminati pasar. Motif batik dengan warna dan tulisan yang soft akhir-akhir ini memang yang paling banyak diminati oleh konsumen batik tulis. Itulah dikatakan Surayya Salla seorang pengusaha batik asal Pamekasan, Madura.

Motif batik soft ini, ujar dia, adalah jenis motif batik yang sudah tidak membedakan etnik antara satu daerah dengan daerah yang lain. Misal motif batik tulis Madura, Yogyakarta, dan Solo.

Dengan begini artinya motif batik tulis soft ini sudah lintas daerah dan lintas etnik budaya. Keterangan Surayya pada hari Jumat 25 Februari 2011 silam. Salah satu sisi, permintaan pasar yang seperti itu memang cenderung keuntungan bagi pengrajin dan pengusaha, sebab para pedagang dan pengrajin batik memiliki kesempatan yang sama untuk memasarkan produkl kerajinannya. Tetapi di sisi lain, khas atau identitas daerah cenderung punah atau hilang.

Padahal batik, khususnya batik tulis bukan hanya kerajinan semata, tapi juga merupakan karya seni dan hasil kreasi budaya putsa bangsa.

Bila identitas daerah hilang seiring dengan kecenderungan pasar global yang diinginkan para konsumen dan nilai budaya juga akan terkikis. ujar Surayya. Beberapa pengrajin yang masih memiliki kepedulian mempertahankan identitas etnik khas daerah, tetap berupaya memasukkan identitas daerah terhadap motif batik yang menjadi keinginan pasar.

“Kami berusaha tetap berupaya memasukkan sedikit motif batik Madura dengan menambah gambar bunga berwarna terang,” ujarnya sambil menunjuk jenis unsur bunga yang menurutnya sebagai identitas etnik khas batik tulis dari Madura.

Kain batik bermotif soft atau lembut, dan kini menjadi kecenderungan permintaan atau tren pasar, sebetulnya merupakan fase ketiga dalam pasaran dunia batik di Indonesia dan dalam skala dunia. “Kecenderungan awal batik tulis itu semi kontemporer terus motif batik kontemporer dan kini ke motif batik soft atau lembut”, ujarnya.

Pendapat Surayya batik tulis khas Madura, sebetulnya memiliki beraneka motif, hingga mencapai lebih dari seratusan motif batik. Bebera diantaranya motif sekar jagat, sekar pote, bing-tabing, dan sekar mangkok. Tapi dari ratusan motif batik tersebut, motif yang paling banyak diminati oleh konsumen ialah motif batik sekar jagat.

.Soalnya semua gambar bunga ada pada motif batik