Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Batik Tradisional Cirebon yang Rawan

May
05
2014
by : .... Posted in : Blog

400an motif batik tradisional khas Cirebon yang belum terlindungi ato dipatenkan, kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan seniman terutama pengrajin. Kelompok asing bisa “mencuri” hak ciptanya bila pihak berwenang Indonesia tidak segera mendaftarkan motif-motif tersebut.

“Kita khawatir pihak asing dapat mengklaim motif-motif batik ini. Kejadian ini bisa menempatkan kami di keadaan yang bahaya”, ujar Katura, seseorang dari asosiasi pengrajin batik khas Cirebon.

“Kita mendesak pemerintah memberikan perhatian serius terhadap masalah sepertit ini.”
Ia menambahkan bahwa perlindungan dan dukungan pemasaran dari pemerintah dan pemkot/pemkab sangat dibutuhkan untuk membantu mengembangkan industri batik yang selama beberapa generasi telah terpelihara dengan cukup bagus. “Sebagian besar pengrajin batik di Cirebon telah menghadapi kesulitan dalam melakukan penetrasi pasar baik dalam negeri atau luar negeri”, ujar Katura.

“Promosi yang kurang menjadi salah satu sebab batik Cirebon kurang terkenal dibandingkan batik dari daerah lainnya. Sebagian kecil yang benar-benar masuk ke pasar domestik”, ujarnya. Sangat dikenal sebagai batik Trusmi yang merujuk pada sentra produksi batik terbesar di Kabupaten Plered, Cirebon. Baju batik diyakini telah ada sejak abad ke 14, saat pembentukan kesultanan Kasepuhan Cirebon. Cara pembuatan kain batik, pada awalnya dikembangkan di dalam kesultanan Cirebon, kemudian menyebar ke masyarakat luas diluar keraton, hingga mencapai daerah pesisir di kawasan tersebut.

“Kawasan batik Trusmi terkenal karena dua motif utama: dan pesisiran dan kraton,” ujar Katura. Batik Trusmi merupakan generasi kedelapan pengrajin batik.

Pola motif keratonan dikembangkan di dalam kompleks kesultanan dengan berciri motif-motif ornamen istana digambarkan dalam warna gelap dan didominasi oleh hitam serta coklat. Misalnya motif Mega Mendung, Panji Sumirang, Sawunggaling, dan Naga Seba.

Pola motif pesisiran dikembangkan di daerah pesisir dan didominasi oleh motif fauna dan flora. Dengan warna-warna cerah seperti merah, biru, dan hijau. “Walaupun kedua motif jarang diproduksi, mereka masih tetap ada”, ujar Katura. “Bukti bahwa motif tradisional ini sulit untuk ditemukan adalah karena sebagian besar pengrajin memproduksi batik yang disesuaikan dengan tren atau permintaan pasar”, tambahnya.

Kerajinan Batik kini menjadi produk ketiga bernama Warisan Dunia Non-benda, sehabis Wayang (wayang kulit) serta Keris.

Unesco menamakan wayang sebagai “Mahakarya Lisan dan Warisan Kemanusiaan Non-bendawi” pada bulan November 2003 silam. Juga memberikan Keris status yang sama pada bulan November 2005 silam.

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Batik Tradisional Cirebon yang Rawan

Monday 9 October 2017 | Blog

Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama Kejaksaan Negeri dan Polres Kapuas menjalin kerjasama yang dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan…

Monday 2 October 2017 | Blog

Download Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-15/PB/2017  tanggal 20September 2017, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Anggaran Penelitian…

Tuesday 22 April 2014 | Blog

Pekalongan Batik Museum adalah museum batik yang terletak di Pekalongan Bangunan museum dulunya Balai Kota Pekalongan…

Wednesday 31 May 2017 | Blog

Sebagaimana diungkapkan oleh Buckingham dan Donald O. Clifton (2007), setiap manusia berupaya untuk meningkatkan atau menggali…