Motif cirebon Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari pada abad ke-15

MOTIF BATIK m212 hijauMenurut naskah Purwaka Caruban Nagari  pada abad ke-15 Cirebon dimulai sebagai sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati “ . “ Pada saat itu pelabuhan Muara Jati sudah menarik pedagang asing “ . “ Master pelabuhan pada waktu itu adalah Ki Gedeng Alang – Alang  yang diangkat oleh raja Galuh kerajaan  terletak di pedalaman di Kawali  Ciamis “ . “ Ki Gedeng Alang – Alang pindah port untuk Lemahwungkuk  5 kilometer ke selatan “ . “ Sebagai pemimpin pemukiman baru  Ki Gedeng Alang – Alang dianugerahkan gelar ” Kuwu Cerbon ”  kepala desa Cerbon  “ .  Seorang pangeran dari Pajajaran  Pangeran Walangsungsang  masuk Islam dan diangkat sebagai Adipati Cirebon dengan gelar Cakrabumi “ . “ Dia mendirikan kerajaan baru dari Cirebon dan menyatakan kemerdekaan dari Galuh “ . “ Pembentukan Kesultanan Cirebon menandai pemerintahan Islam pertama di Jawa Barat  yang tumbuh dari desa nelayan sederhana dari Muara Jati ke port sibuk di pantai utara Jawa “ . “ Cirebon tumbuh sebagai salah satu kesultanan yang independen di bawah kepemimpinan Sunan Gunungjati  pada awal abad ke-16 “ .  Kerajaan Banten dan Mataram diperebutkan Cirebon  yang menyatakan kesetiaan kepada Sultan Agung dari Mataram “ . “ Tapi Raja Mataram kemudian menyerahkan kota ke Belanda di 1677” . “ Sebuah perjanjian tahun 1705 melihat Cirebon menjadi protektorat Belanda dikelola bersama oleh tiga sultan yang pengadilan disaingi orang-orang dari Jawa Tengah “ .