Batik Rasa Jerman dari Populo

Diberitakan oleh SEKAR ONLINE, seseorang bernama Bai Soemarlono menambah daftar panjang desainer mode Indonesia yang mencoba mengangkat batik dalam konteks kekinian atau trend style. Pada tahun lalu tepatnya hari Jumat malam tanggal 27 September 2013, berlokasi di Lucy in The Sky, SCBD. Bai Soemarlono atau biasa dipanggil Bai menyuguhkan koleksi ready to wear premium terbaru berbahan batik dari lini Populo yang sangat menawan.

Koleksi tahun 2013, ia mengaku terinspirasi dengan gaya hidup kaum muda urban Jerman yang senang tampil cool dan individualis. Pada umumnya kaum urban tidak suka pakaian yang bermerek atau dikenal masyarakat. Tiap orang ingin menonjolkan gayanya. Bai adalah desainer yang memulai kariernya sebagai desainer di Jerman. Ia belajar mendesain dengan cara learning by doing.

Setiap inspirasinya tersebut Bai transformasikan ke dalam pilihan busana berpotongan bersih dan minimalis bernuansa rustic dan edgy dalam palet warna gelap, mulai dari coklat, abu-abu, biru navy, dan merah wine. Pola atau motif batik hadir dalam nuansa geometris yang diadaptasinya dari berbagai macam motif batik tradisional seperti Tirtotedjo, sisik ikan, slobok, kawung, swastika.

Batik-batik yang dipakai semuanya dibatik dengan tangan oleh para perajin lokal di daerah jogja. Jadi pakaian yang didesain tidak memakai batik printing karena jika pakai batik printing itu bukan batik katanya.

Diantara koleksi dari koleksi busana wanita yang ditampilkan di antaranya terusan sleeveless berrok siluet A, atasan berpotongan jaket dengan aksen ritsleting yang terkadang dipadukan dengan cape bermotif sama, dan terusan bersileut X dengan aksen potongan asimetris.

Sedangkan untuk busana pria atau co, ia banyak bermain dengan jaket dan sweater rounded shoulder dan bervolume, disamping kemeja dan cropped pants. Ada juga beberapa busana mom-and-daughter turut ditampilkannya dalam pegelaran tersebut.

Pada peragaan tersebut look didominasi dengan busana dua potong busana yang matching warna dan motifnya. Mengikuti tren yang sedang berkembang saat ini.

Digelar dalam format trunk show dengan iringan Disc Jockey (DJ) semakin menegaskan jiwa urban dan muda koleksi terbaru Populo. Bila bicara soal respon karyanya yang dipasarkan di negara Jerman, ia mengatakan kaum muda Jerman sangat mengapresiasi batik Indonesia. Ada beberapa model yang tampil adalah kawan Bai di fashion blogger di Jerman yang sangat menyenangi batik.

Acara tersebut juga dihadiri Dena Rachman dan Ari Tulang yang berjalan di atas catwalk. Cita-cita Bai adalah membuat batik mendunia tak hanya dikenal tapi dipakai semua orang. Bai berharap koleksinya suatu saat bisa masuk di beberapa department store di seluruh negara.

Bai juga akan pamer karyanya lagi di “Dewi Fashion Knight” sebagai penutup dalam perhelatan Jakarta Fashion Week pada tanggal 25 Oktober 2014 mendatang.