Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Batik Eksklusif Ramah Lingkungan

Apr
05
2014
by : .... Posted in : Blog

Suatu pencapaian bagi Indonesia karena warisan budaya kain batik telah diakui seluruh dunia. Tapi perkembangan industri batik tak langsung berpengaruh pada kelestarian alam atau lingkungan. Dengan semakin tinggi permintaan akan pakaian atau baju, semakin banyak pula pemakaian lilin, pemutih, dan bahan kimia yang bisa merusak lingkungan sekitar.

Sadar akan hal ini sebuah Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) membuat suatu program untuk peningkatan industri fashion namun ramah lingkungan atau aman buat alam, yakni program Clean Batik Initiative. Jadwal program empat tahunan EKONID ini tidak hanya sekadar mengedukasi masyarakat agar cinta batik dan lingkungan alam, tapi juga mengubah cara kerja para pengrajin yang sebelumnya memakai bahan kimia menuju proses yang lebih ramah lingkungan atau tidak merusak alam. Perkumpulan ini membuat program batik ramah terhadap alam, yaitu program Ecobatik. Dengan mengajak 500 pengrajin turut serta dalam program tersebut, yaitu dengan mengubah cara kerja mereka. Itu pejelasan Martin Krummeck sebagai Koordinator Program CBI saat acara peluncuran Ecobatik di Galeri Seni Kunstkring, Menteng, Jakpus, hari Selasa 11 Juni 2013 kemarin.

Pencarian pasar untuk Ecobatik ini juga menjadi tantangan bagi EKONID. Maka mereka pun menggandeng beberapa desainer kenamaan Indonesia untuk lebih mengenalkan batik ini pada masyarakat umum. Desainer yang di ajak pada acara ini adalah Carmanita, Musa Widyatmodjo, Lenny Agustin, Batik Fractal, dan Caterina Hapsari.

Semua batik yang digunakan dalam Ecobatik Signature Collection dibuat oleh pengrajin batik tersertifikasi dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih uniknya koleksi ini diklaim tidak sekadar ramah lingkungan dengan pewarna alam dari perkebunan, tetapi melainkan dari limbah (sampah).

Salah satu desainer yang turut bekerjasama yaitu Carmanita. Ia menciptakan rangkaian eksklusif ini dan membuat ia merasa involve lebih jauh. Pewarnaan dengan limbah adalah opsi lain bagi para pengrajin. Sebab tidak semua pengrajin mampu membeli. Carmanita pernah beli kulit manggis satu truk untuk membuat warna baru yang alami.

Sama juga dengan yang diungkapkan Musa Widyatmodjo. Batik ini bukan sekadar memakai pewarna alam melainkan pertanggungjawaban kembali pada alam atau tidak merusak lingkungan. Bukan sekadar batik dengan pewarna alami. Tetapi mengambil sesuatu yang memang sudah wasted (tak terpakai/sampah). Seperti daun jatuh dan sayur serta buah yang sudah membusuk.

Di acara yang sama juga terdapat gerai batik tempat para pengrajin memamerkan karya batiknya. Produk batik Eco-friendly ini memang cukup mahal dikarenakan proses pewarnaan yang memakan waktu cukup panjang. Ada beberapa pengrajin batik menawarkan Ecobatik denga kisaran Rp 600 ribuan hingga Rp 5 jutaan rupiah.

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Batik Eksklusif Ramah Lingkungan

Sunday 24 September 2017 | Blog

PADA Suatu hari Natalia Esparza, seorang perempuan berkaki pendek dengan sepasang buah dada bundar, jatuh cinta…

Sunday 8 June 2014 | Blog

Friday 9 December 2016 | Blog

“Apa sebabnya daya pikat sawah tak habis-habisnya mengundang bajak untuk kembali?…”Karena di sawah sang Bajak bisa…

Thursday 6 July 2017 | Blog, Diklat

Kepri Harus Optimis Oleh : Socrates Hampir setahun, Asman Abnur menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi…