Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Perkembangan Batik Era Majapahit

Mar
06
2014
by : .... Posted in : Blog

Pada jaman Majapahit Batik yang telah menjadi kebudayaan, bisa ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung Jawa Timur. Kota Mojoketo daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya sama Majapahit. Hubungan dengan perkembangan batik asal Majapahit dan berkembang di Tulung Agung. Perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan. Saat itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo dan pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang. Ia tidak mau tunduk. Diceritakan bahwa dalam aksi serangan yang dilancarkan Majapahit, akhirnya Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa Kalangbret. Maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batiki. Pusat pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat didesa Kwali, desa Mojosari, desa Betero dan desa Sidomulyo. Selain daerah Kabupaten Mojokerto, Jombang juga menjadi sentra pembatikan. Akhir abad ke-XIX ada beberapa orang pengrajin batik yang dikenal di kota Mojokerto, pemakaian bahan-bahan waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sejenisnya. Sedang obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina dikota Mojokerto. Industri batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar. Desain cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya dipasar Porong Sidoarjo dekat Surabaya, Pasar ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang penuh pedagang, hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual dipasar ini. Ketika krisis ekonomi, para pengusaha batik Mojoketo ikut tersendat, sebab pengusaha batik kebanyakan skala kecil. Kemudian sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang datang dan waktu itu kegiatan pembatikan lumpuh seperti sebelumnya. Pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan. Khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran kota Yogyakarta, seperti dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru gelap. Dikenal sejak lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan desa Simo. Daerah ini mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825an. Walaupun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar sejak pesat didaerah Jawa Tengah terutama Yogyakarta dan Surakarta, jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Jogja.
Waktu berkecamuknya antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Pada zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya turun temurun. Asal pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro.
Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya. Menjadi sentra batik sejak dulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-19. Tapi sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Solo yang menetap didaerah Sembung. Selain itu juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri. Tapi sifat pembatikan sebagian hanya kerajinan rumah tangga dan pembabarannya batik tulis.

Pada jaman penyebaran agama Islam. Pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya di kota Ponorogo. Masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan jaman dulu. Menurut ceritanya di daerah Katong ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raja Demak. Batara Katong yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid diwilayah Patihan Wetan.
Selanjutanya, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pondok Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Perkembangan Batik Era Majapahit

Friday 9 May 2014 | Blog

Tampil cantik dan modis memang sangat penting. Jadi tidak heran jika banyak industri fashion yang berlomba-lomba…

Wednesday 13 September 2017 | Blog

Download Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-73/PB/2017 tanggal 08 September 2017, tentang Batas Maksimum Pencairan…

Wednesday 31 May 2017 | Blog

1). Pemegang paten memiliki hak untuk melaksanakan paten yang dimilikinya dan melarang pihak lain yang tanpa…

Wednesday 28 June 2017 | Blog, Diklat

PPT BAB IV diantriprasetyowati