Membatik Diatas Kain Sutra (II)

Pada artikel ini akan membahas pembatikan pada kain sutra kelanjutan artikel sebelumnya. Jika diartikel sebelumnya telah dibahas mengenai pola sampai selesai psoses pembatikan. Pada kesempatan ini akan mengupas lebih dalam pada proses pewarnaan dan pelorodan pada kain batik sutra.

Saat proses pewarnaan kain, dapat menggunakan teknik colet tutup ataupun celup tutup. Sifat kain sutra mudah dalam penyerapan warna-warna. Jadi pewarnaan bisa maksimal (jelas). Pada umunya semua zat warna batik dapat digunakan untuk mewarnai batik sutra tapi karena proses penghilangan malam pada kain sutra yang sedikit sulit. Jadi sebaiknya menggunakan zat pewarna yang memiliki ketahanan yang kuat seperti cat indigosol, napthol, dan rapid. Tapi penggunaan pewarna alami pada batik sutra juga akan terlihat maksimal (jelas). Pewarna alami pada batik sutra akan nampak semakin mengkilap saat bertambah lamanya usia kain sutra. Bahan kain sutra memiliki anyaman tenun cukup padat sehingga benang-benang dalam kain tidak bergeser bila kena tarikan atau tekanan. Berhubung pembuatan batik berkaitan dengan rendaman dalam air. Jadi sebaiknya twist atau memilin kain sutera jangan terlalu tinggi untuk menghindari mengkerutnya kain terutama pada saat masih basah terkena air. Kain batik sutra tidak selamanya berupa kain sutra murni atau asli dari benang yang terbuat dari kepompong ulat sutra, tapi dapat dikombinasikan dengan cara ditenun menggunakan benang lain seperti acetat rayon atau tetron katun. Jika terjadi campuran dan tidak diketahui oleh pembatik. Akan timbul masalah dalam proses pewarnaan kain sutra.

Supaya malam batik hilang dengan sempurna harus menggunakan cara khusus atau spesial. Karena malam batik memiliki tendensi melekat lebih kuat pada kain sutra. Ada beberapa cara untuk menghilangkannya. Misal dengan cara pelepasan dengan air panas (alkali). Model ini menggunakan malam batik dengan campuran khusus untuk menghindarkan atau mengurangi bahan pokok malam yang mengakibatkan sukar lepas (seperti malam bekas, parafin kasar dan mata kucing). Didalam air lorodan ditambahkan soda abu dan air lorodan akan menjadi alkalis (soda abu tidak lebih dari 0,1% atau pH tidak lebih dari 9,5). Bisa juga menggunakan bensin (premium). Malam batik yang melekat pada kain akan larut dan kain pun menjadi bersih sempurna. Penggunaan bensin mudah. Tetapi banyak yang tidak berani menggunakan karena resiko kebakaran sangat besar. Terakhir yaitu cara kombinasi antara pelarutan dan pelepasan. Kain sutra dimasukan dalam air lorodan yang kemudian dicampur dengan pelarut malam seperti bensin, benzol, minyak tanah dalam bentuk emulsi. Jadi dapat bercampur dengan air serta mengurangi resiko kebakaran sangat rendah.

Orang-orang memilih kain sutra untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan. Karena pada saat dijahit menjadi bajui sangat menyesuaikan pola atau bentuk tubuh para pemakainya terlihat lebih indah dan menawan. Karena keistimewaan kain sutra ini perawatannya pun istimewa dan khusus. Kain batik sutra dapat bertahan lama keindahannya bila dirawat dengan baik dan benar.