Kain Kapas dan Kain Sutra (bag.2)

Jika artikel sebelumnya telah dibahas kain kapas sebagai bahan untuk membatik. Sekarang kita coba mengupas lebih jauh tentang kain sutera sebagai bahan membatik.

2. Kain Sutra

Kain ini terbuat dari serat protein dari sejenis serangga Iepidoptera dan spesies utama yang dipelihara untuk menghasilkan sutra adalah Bombyx. Serat-serat dibentuk dari filamen yang dihasilkan dari ulat sutra pada saat membuat kepompong. Serat-serat sutra mentah terdiri dari lebih kurang 75% fibroin dan 25% serisin yaitu sejenis perekat yang melapisi fibroin dan berfungsi untuk melindungi fibroin. Pada proses pewarnaan lapisan serisin ini harus dihilangkan dengan proses degumming atau boil off. Supaya tidak mengganggu penyerapan warna. Sutra yang ada di pasaran adalah sutra import, dan sutra lokal, juga ada sutra liar.

a. Sutra Import merupakan kain sutra yang ditenun secara masinal yang biasa dikenal dengan sutra super T54, super T56, sifon, abote, organdi, krepe, kaca kotak, salur (kombinasi super dengan organdi), dan kembang batu (anyaman desain strukturnya doby).

b. Sutra Lokal merupakan sutra buatan dalam negeri ditenun dengan ATBM antara lain sutra polos, granitan (anyaman desain struktur doby), dan sutra salur.

c. Sutra Liar merupakan sutra yang dibuat dari serat ulat sutra yang dibudidayakan secara liar atau tidak diternak. Ulat dibiarkan hidup di pohon mahoni, dan kedondong, serta jambu mete. Sehingga makanannya adalah daun-daun dimana mereka hidup atau tinggal. Dan jenis serat yang dihasilkan dari ulat yang makanannya jambu mete atau daun kedondong disebut criccula berwarna kuning keemasan. Dan serat yang dihasilkan dari ulat yang makanannya daun mahoni disebut attacus berwarna coklat. Warna tersebut merupakan warna alami.

Batik lover itulah beberapa kain yang biasanya untuk bahan batik atau dipakai untuk membatik. Biasanya pemilihan bahan tergantung untuk apa nanti kain tersebut akan digunakan. Jadi pilihlah bahan sesuai kebutuhan dan kualitas yang diinginkan.