Kain Kapas dan Kain Sutra (bag.1)

Tidak semua jenis kain bisa dipakai sebagai bahan membatik, demi hasil yang maksimal dan berkualitas. Jadi kain yang digunakan untuk batik harus memenuhi standar teknis yaitu tidak rusak disebabkan pengaruh proses pembatikan dan bisa diberi warna pada suhu dingin atau suhu kamar. Sebab malam batik sebagai perintang warna tidak tahan suhu panas jika pada suhu panas akan mencair. Umumnya jenis-jenis kain dibuat dari serat alami seperti serat selulosa (tumbuh-tumbuhan) dan serat protein (binatang). Sesuai dengan standar teknis kain yang dapat digunakan untuk membatik adalah kain sutra dan kain kapas.
1. Kain Kapas
Kain yang terbuat dari serat-serat tanaman kapas. Kain ini umumnya bersifat mempunyai daya serapnya yang baik, lebih tahan terhadap panas, tingkat kelenturannya sangat rendah, merupakan penghantar panas yang cukup baik. Ada beberapa jenis kain kapas yang dapat digunakan sebagai bahan batik yaitu: Kain mori, grey, rayon, dan kaos kapas.
a. Kain Mori merupakan kain tenun dari benang kapas. Hasil olahan pabrik dengan anyaman polos dan diputihkan. Mori ada beberapa yaitu: primissima, prima, biru, voalisima, dan berkolin.
Primissima termasuk yang paling tinggi kualitasnya dengan spesifikasi benangnya halus, benangnya kuat, konstruksi anyaman rapat sehingga pegangannya padat dan halus. Tapi kemampuan daya serap kurang baik. Untuk meningkatkan daya serap, saat ini telah diproduksi mori primissima mercerized dan sanforized dengan merek dagang Kereta Kencana, Crown, dan Bendera.
Prima merupakan mori kualitas sedang dengan spesifikasi nomor benang sedikit lebih kasar, ketetebalan benang lebih rendah. Telah diproduksi prima mercerized dengan merek menjangan, Bendera, kupu, Gong, dan Ayam Mas.
Mori Biru adalah mori kualitas rendah dengan spesifikasi nomor benang lebih kasar dari prima, ketebalan benang dan pegangan kain lebih kasar dari mori prima. Kain ini biasanya merek dagang garuda dunia, Cendrawasih, dan Nanas.
Voalisima mempunyai kualitasnya sama dengan primissima hanya ketebalan benangnya lebih rendah.
Berkolin juga mempunyai kualitasnya sama dengan primissima tapi telah diproses mercerized. Dapat ditemukan di pasaran dengan lebar 90 cm dan 115 cm. Kain mori ini biasa digunakan untuk membuat batik lukis.
b. Kain Grey merupakan kain tenun benang kapas yang tidak mengalami proses pemutihan jadi warnanya masih alami atau natural. Dan dapat dibedakan menjadi beberapa seperti blacu, kain tenun ATBM, dan Gedhog.
Blacu merupakan kain tenun kapas hasil olahan pabrik biasanya dengan lebar 90 cm, 115 cm, dan 150 cm.
Kain tenun ATBM yaitu proses produksinya menggunakan alat tenun bukan mesin dan dengan berbagai ukuran kain serta desain struktur anyaman yang dibuat dengan doby. Jika sebagai bahan batik biasanya untuk busana wanita ataupun aksesoris.
Gedhog dibuat dari serat kapas dengan alat tenun tradisional. Ini merupakan ciri khas batik Tuban yang tidak ditemukan didaerah lain. Bentuk fisiknya yang unik karena mulai dari menanam kapas, kemudian menenun dan akhirnya jadi batik semua dikerjakan didaerah Tuban. Sebenarnya tidak diketahui secara pasti kapan kain tenun gedhog mulai diproduksi didaerah ini. Menurut seorang pembatik yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun diperoleh keterangan bahwa tenun gedhog telah dikenal lebih dari 100 tahun yang lampau. Kenapa disebut tenun gedhog disebabkan waktu menenun berbunyi ”dhog-dhog”. Beberapa jenis kapas sebagai bahan baku kain tenun gedhog yaitu yang berwarna coklat dan putih. Tanaman kapas yang aslinya berwarna cokelat dengan nama kapas ”lawa” (Jawa), menghasilkan kain tenun berwarna coklat. Apabila digunakan sebagai bahan batik, maka batik yang dihasilkan tidak akan berwarna putih melainkan coklat. Kain tenun gedhog mempunyai warna dan motif yang beraneka ragam. Misal, ada yang polos, bermotif lurik, atau kotak-kotak, serta berbagai motif yang lain. Disertai dengan satu warna atau berbagai warna.
c. Rayon yaitu serat hasil regenerasi serat selulosa dan sifatnya menyerupai kapas akan tapi kekuatannya lebih rendah terutama terhadap alkali (jenis senyawa kimia). Rayon jika keadaan basah kekuatannya akan berkurang dan sebaliknya kapas akan bertambah. Kelebihan kain ini lebih berkilau dan mempunyai draping atau sifat menggantung yang baik. Misal shantung dan paris rayon.
d. Kain Kaos Kapas merupakan kain katun hasil rajutan dan biasanya sebagai batik dalam bentuk produk kaos oblong (t-shirt). Batik Tuban juga menggunakan kaos kapas untuk T-shirt dengan motif khas daerah Tuban.