Industri Batik Tembikar

Memang batik tidak akan pernah habis untuk diungkap. Hari ini akan membahas pembuatan batik dari media gerabah. Kerajinan tangan yang terbuat dari bahan tanah liat yang biasa disebut tembikar atau gerabah.
Kerajinan gerabah ini biasanya dibedakan menjadi tiga macam yaitu
1.Proses pembatikannya langsung dilakukan dipermukaan gerabah.
2.Gerabah dilukis atau dicat dengan motif atau pola.
3.Ditempel atau dihiasi menggunakan kain, biasanya kain batik sisa

Kerajinan Batik gerabah yang proses pembatikannya langsung dilakukan dipermuikaan gerabah mempunyai proses sama dengan membatik dipermukaan kain. Gerabah yang sudah melalui proses pembakaran, kemudian digambari menurut dengan desain atau pola yang dihendaki. Selanjutnya gerabah dibatik menggunakan malam yang mencair, peralatan yang digunakan biasanya berupa kuas atau canting. Supaya menghasilkan batik gerabah tulis yang indah, sebelumnya gerabah dicat putih dulu. Supaya tampilan gerabah mirip kain yang akan dibatik dan garis-garis putih seperti batikan pada kain dapat keluar. Tapi untuk memberikan suasana natural, biasanya langsung dibatik tanpa dilapisi cat putih terlebih dulu. Kemudian pembatikan masuk tahap proses pewarnaan dan pelorodan malam, kerajinan batik gerabah mempunyai proses yang sama dengan batik tulis. jika proses telah selesai, kemudian batik gerabah difinishing menggunakan pelapis cat seperti melamin atau aqualaquer supaya terlihat mengkilau. Kerajinan gerabah yang sudah dibakar memiliki daya tahan yang baik terhadap air jadi tak ada pengaruh kerusakan pada saat proses pembatikan gerabah. Malah akan menambah artistik dan keunikan. Keunikan itu akan menambah nilai jual terhadap batik gerabah.

Proses batik gerabah yang kedua yaitu gerabah batik yang prosesnya dilukis atau dicat dengan pola atau corak batik. Proses pengerjakan gerabah ini tidak melalui proses pembatikan. Tapi motif yang digambarkan pada gerabah menggunakan gaya atau pola batik. Pembuatannya lebih sederhana dan tak memerlukan waktu yang cukup lama. Tembikar yang sudah melalui proses pembakaran, Kemudian dilapisi dengan cat warna putih kemudian gerabah diberi gambar sesuai pola yang telah ditetapkan. Kemudian barulah dilukis menggunakan cat air diatas permukaannya. Suypaya bertahan keawetan lukisan pada gerabah biasanya gerabah dilapisi dengan melamin atau sejenis aqualaquer.

Terakhir terdapat batik gerabah yang dihiasi atau ditempel kain bermotif batik. Kain yang digunakan biasanya jenis batik lawasan atau batik bekas yang sudah tidak terpakai. Supaya menambah nilai artistik dan keunikan pada tembikar tersebut. Pemilihan kain diterapkan sebagai altenatif media hias karena memberikan nuansa antik pada produk tembikar yang dihias. Tembikar mempunyai nuansa antik untuk pasaran saat ini sering kali menjadi suatu hal penting dan dicari oleh pembeli. Cara penerapan dekorasi ini adalah pertama menentukan jenis motif kain dan posisi motif pada permukaan tembikar. Pengrajin dituntut memiliki ketrampilan yang cukup untuk mencapai kualitas desain yang bagus, jika dilihat dari sisi kualitas penerapan maupun kualitas penampilan motif batik. Penetapan motif dilakukan untuk memilih motif mana yang cocok untuk gerabah berbadan melebar (horisontal) dan mana motif kain yang cocok untuk badan gerabah yang meninggi. Penetapan motif seperti ini tidak mutlak, sebab penetapan motif terkadang ditentukan oleh pesanan tau keinginan konsumen. Selanjutnya motif kain ditentukan dilanjutkan dengan pemotongan kain batik lawasan. Cara penerapan kain pada badan gerabah dilakukan dengan teknik tempel dengan perekat berupa lem. Biasanya digunakan adalah lem kastol yang dijual bebas di pasar atau ditoko kelontong. Tahap penempelan disebut berhasil bila hasil tempelan melekat dengan baik dan tidak terjadi gelembung-gelembung yang berisi udara. Tahap akhir atau finishing biasanya hasil tempelan kain yang sudah kering dilapisi dengan cat transparan atau melamin. Pemakaian kain batik lawasan sebagai bahan hias dapat dilakukan terhadap semua bentuk temnikar. Tetapi yang paling penting diperhatikan adalah ketelitian dan ketelatenan proses penempelannya.

Gerabah yang telah selesai dibatik biasanya memiliki variasi bentuk yang bermacam-macam yaitu piring, tempat payung, asbak, guci, vas bunga, poci, kursi dan meja, tempat buah, bakaran sate, tempat sambal, tungku, wajan, dan lain sebagainya. Mulai dikembangkan Batik gerabah di beberapa sentra kerajinan gerabah yang ada di Indonesia. Sentra atau pusat kerajinan gerabah terdapat di Kasongan (Bantul, Yogyakarta), Pagerjurang (Bayat, Klaten, Jawa Tengah), Kecamatan Plered (Purwakarta, Jawa Barat), Bali dan Lombok.

Ternyata membatik bisa diaplikasikan pada berbagai media. Bagi batik lover bisa mengoleksi gerabah batik sebagai hiasan dekorasi atau perabot rumah.