Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Detergent Perusak Batik

Mar
18
2014
by : .... Posted in : Blog

Memperlakukan kain batik secara khusus dalam perawatan. Jika batik yang batik lover punya tergolong batik yang mahal, langka atau yang umurnya cukup tua yang telah diwariskan turun temurun dari eyang atau nenek batik lover.
Pada kenyataannya batik tidak akan dipakai saat melakukan pekerjaan yang berat atau menguras tenaga, seperti kerja di bengkel yang penuh oli ataupun kerja di sawah yang penuh lumpur tanah. Sehingga mencucinya tidak perlu menggunakan bahan kimia berbahaya seperti detergent.
Yang terpenting adalah cara mencuci dan perawatan kain batik. Apa yang dipergunakan untuk mencuci dan bagaimana cara mengeringkannya. Sangat tidak dianjurkan menggunakan deterjen ketika mencuci batik. Karena tidak cocok untuk kain batik dan kain batik tradisional yang lain. Cara mencuci yang salah dan penggunaan detergent bisa merusak tekstur kain dan warna kain batik. Banyak orang yang menyarankan mencuci batiknya dengan sampoo dan sabun mandi.
Pemakaian sabun dan sampoo untuk membersihkan batik memang lebih baik daripada detergent yang biasa buat cuci. Sabun mandi terbuat dari lemak nabati atau hewani yang dipanaskan dengan larutan alkali seperti kalium hidroksida atau natrium hidroksida. Sampoo pada umumnya mengandung bahan pembersih yang berupa surfaktan, ditambah sedikit booster busa untuk mengubah sifat busa yang dihasilkan surfaktan tersebut. Surfaktan yang umum digunakan berupa surfaktan anionik, seperti senyawa amonium, natrium lauril sulfat, dan natrium lauril eter sulfat (juga sering disebut natrium lauret sulfat). Sampoo dan sabun biasanya digunakan untuk membersihkan kotoran yang berhubungan langsung dengan kulit atau tubuh. Kalau detergent digunakan untuk membersihkan pakaian yang tidak berhubungan langsung dengan tubuh. Jadi penggunaan sampoo dan sabun pada kain batik lebih lembut dan aman.
Produk Detergent merupakan hasil dari kemajuan teknologi manusia, tapi dampaknya sangat merusak lingkungan sekitar. Karena mengandung campuran zat kimia dari sintetik maupun alam yang memiliki sifat dapat menarik zat pengotor saat mencuci. Detergent terbuat dari zat aktif permukaan (surfaktan), bahan aktif linear alkil sulfonat (LAS), silikat, fosfat,penimbul busa, pewangi, optical brightener (bahan yang membuat pakaian lebih cemerlang), natrium benzena sulfonat(Na-ABS), atau pemutih. Kadar pH detergen yang sangat basa (9,5-12) jadi bersifat korosif yang dapat merapuhkan kain. Zat chlorine banyak dipakai sebagai pemutih dalam deterjen. Dan membutuhkan waktu selama 150 tahun untuk bisa terurai dan bisa memudarkan keindahan warna kain. Sekarang ada produsen detergent yang membuat detergent cair khusus untuk batik. Kandungannya terdiri dari 3% Alkyl Polyglucoside dan 13.9% Lauryl Ether Sulfatan. Bahan pembersihnya berasal dari bahan alami sehingga warna tidak mudah pudar dan memberikan wangi yang segar dan alami.
Pada dasarnya kandungan zat dalam bahan sampoo dan sabun lebih baik dan ramah serta tidak terlalu merusak kain. Tapi sebaik-baiknya bahan tersebut tetap mengandung bahan kimia yang bisa merusak lingkungan dan juga merusak keindahan warna kain. Pakailah cara tradisional, sebenarnya agak repot namun lebih ramah dan tidak merusak warna batik.
Bila tidak ada pilihan lain dan harus menggunakan sampoo, detergent, atau sabun saat mencuci batik. Pakailah produk yang tepat dan ramah terhadap lingkungan. Sebenarnya untuk membuktikan produk yang ramah lingkungan harus melalui uji lab, tapi batik lover dapat mencegah pencemaran lingkungan dengan cara meminimalkan pemakaian sabun, detergent, dan sampoo sesuai takaran yang dianjurkan dalam mencuci. Ada orang masih berpedoman bahwa mencuci batik agar tetap cemerlang harus didrycleaning. Sebenarnya bahan kimia drycleaning juga bisa merusak warna asli dari batik itu juga.
Pada dasarnya cara tradisional dalam mencuci batik lebih aman, dan tidak merusak batik, serta lebih ramah lingkungan. Masih ada beberapa orang menggunakan buah lerak untuk mencuci batik untuk membersihkan kotoran, juga bisa mengawetkan warna batik. Di pasaran juga tersedia sabun lerak siap pakai dijual dalam kemasan. Jika perawatan yang tidak tepat dapat merusak kain batik terutama warnanya. Bila caranya tepat dalam menyimpan, membersihkan, menyetrika, dan mengeringkan kain atau busana batik serta bisa bertahan lama dan warnanya tetap indah. Batik lover bisa menganggap kain batik sebagai investasi. Selain melestarikan kekayaan dan budaya bangsa, juga melestarikan lingkungan alam sekitar dengan meminimalisir penggunaan zat kimia.

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Detergent Perusak Batik

Saturday 29 July 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan bibit ikan dan pakan kepada kelompok budidaya…

Monday 25 September 2017 | Blog

Pertandingan Perdana, Persekap Berhasil Tumbangkan Persebun Dengan Skor 2-1 Persatuan Sepak Bola Kabupaten Kapuas (Persekap) berhasil…

Tuesday 20 June 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi

Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lindung Lingkungan – Kebijakan K3LL K3LL (Keselamatan Kesehatan Kerja Lindung Lingkungan)…

Friday 21 March 2014 | Blog

Pembuatan batik yang semuanya berbahan baku organik dari alam termasuk penemuan baru di ranah kerajinan batik…