Batik Yang Membuat Nelson Mandela Jatuh Cinta

Batik Mandela

Mandela

Meninggalnya Nelson Mandela di usia 95 tahun menyisakan kesedihan dan kenangan mendalam diseluruh dunia. Hingga Jusuf Kalla secara khusus mengucapkan terima kasih kepada mantan presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan tersebut. Karena dinilai telah berjasa memperkenalkan batik Indonesia didunia intermasional. Ketua Umum PMI itu Nelson Mandela lebih berani daripada dirinya dalam mengenalkan batik di event-event internasional. Seperti memakai batik dalam sidang PBB di Amerika. Hingga dia begitu dihormati rakyatnya tidak ada satu pun warga atau pejabat pemerintahan di Afsel yang berani memakai batik selain Mandela sendiri. Wakil presiden Afsel bilang rakyatnya takut memakai baju itu karena itu dianggap sebagai baju Mandela kalau dipakai bisa bahaya. Begitu besar kecintaan Nelson Mandela akan batik memang diungkapkan lewat aksi nyatanya. Beliau mengenakan batik dalam berbagai acara resmi bahkan hingga tingkat dunia.

Seluruh dunia berduka ketika presiden Nelson Mandela sebagai sosok pejuang hak itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Seorang anti diskriminasi apartheid itu selalu memberikan inspirasi bagi setiap warga dunia untuk tidak menyerah dan menghargai diri sendiri sebagai manusia yang punya kesamaan. Bahkan beliau tidak dendam pada para rezim pemerintahan kulit putih yang pernah memenjarakannya selama 27 tahun sebagai tahanan politik. Menceritakan bagaimana kecintaan Mandela terhadap batik sejak keluar dari penjara hingga akhir nafasnya, baju batik kerap menjadi pakaian yang selalu menemani pria yang akrab dengan panggilan Madiba ini selama melakukan perjalanan.

Awal perkenalan Madiba dengan batik ini pada 1990. Beberapa bulan setelah ia dibebaskan dari penjara dipulau Roben. Di akhir Oktober 1990 saat Indonesia melakukan kunjungan atau lawatan ke Afsel. Saat itu wakil Indonesia membawa buah tangan berupa baju batik untuk Mandela. Ketika pertemuannya dengan presiden Soeharto, ia langsung mengenakan baju pemberian pemerintah Indonesia sebagai buah tangan waktu lawatan ke Afsel. Mandela langsung jatuh cinta dengan warisan budaya nusantara tersebut.

Batik karya maestro batik Iwan Tirtalah yang pertama kali membuat Mandela jatuh hati menyukainya. Iwan Tirta terlahir dengan nama Nusjirwan Tirtaamidjaja, pada tanggal 18 April 1935, di Blora, Jawa Tengah. Sempat belajar hukum di UI tahun 1958, menjadi profesor dan sempat mencicipi belajar di New York dan di London.

Tapi pria ini punya hobby berbeda yang mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Pulang dari New York tahun 1970, ia memilih berkarier sebagai desainer batik dan belajar dengan serius akan desain, cara pembuatan, dan motif batik.

Hasil ketekunannya berbuah karya yang indah dan dikenal baik di dalam negeri maupun luar negeri. Baju batik untuk presiden Ronald Reagan dan istrinya Lady Nancy Reagan juga karyanya. Sedang Nelson Mandela merupakan salah satu konsumen setia yang gemar memesan batik karyanya.

Beberapa orang bertanya kenapa batik Iwan Tirta begitu dikagumi dan digemari orang seperti Nelson Mandela. Inilah alasannya, sebab rancangan batik Iwan Tirta ini bukan batik sembarangan. Juga bukan hanya sekedar baju yang pantas dipakai ke acara resmi saja.

Iwan Tirta dikenal sebagai maestro batik yang tiada duanya dan tidak bisa ditiru karyanya. Kejelian mengolah motif batik agar berkesan modern dan punya kualitas tinggi dalam setiap pengerjaan produknya. Batik buatannya dibuat bolak balik bukan hanya satu sisi saja. Karena begitu detailnya, proses pewarnaan bisa 3 sampai 4 kali sehingga menghasilkan struktur warna yang nyata dan sangat cantik. Kualitas dan kejelian yang selalu dipertahankan, maka tak kalau Mandela mencitai batik Indonesia. Lestarikan batik bukan hanya sebagai baju yang memberikan penampilan yang menarik saja.