Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Proses Tradisional

Feb
22
2014
by : .... Posted in : Blog

Langkah-langkah proses membatik. Mungkin bagi yang sudah tahu langkah ini terlalu rumit. Proses berurutan dari awal hingga finishing. Mungkin nama atau penyebutan cara kerja di tiap daerah atau orang yang membatik bisa berbeda-beda, tapi yang dikerjakannya sama saja.
1) Ngemplong
Tahap paling awal atau pendahuluan, diawali dengan mencuci kain mori. Supaya kanjinya hilang. Dilanjutkan dengan pengeloyoran, yaitu memasukkan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di dalam abu merang. Kain mori dimasukkan ke minyak supaya kain menjadi lemas dan sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi.
2) Nyorek atau Memola
Proses penjiplakan atau membuat pola dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau disebut disebut dengan ngeblat. Pola biasanya dibuat di atas kertas roti atau kertas minyak terlebih dulu, baru dijiplak sesuai pola diatas kain mori. Tahap ini dapat dilakukan secara langsung di atas kain atau menjiplaknya dengan menggunakan pensil atau canting. Tetapi agar proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik, tidak pecah, dan sempurna. Maka proses pembatikannya perlu diulang pada sisi kain sebaliknya. Proses ini disebut ganggang.
3) Mbathik
Tahap berikutnya mbathik yaitu menorehkan malam ke kain mori, dimulai dari nglowong (menggambar garis-garis diluar pola) dan isen-isen (mengisi pola dengan berbagai macam bentuk). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek. Nyecek yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan cara memberi titik-titik (nitik). Ada juga istilah nruntum, yang hampir sama dengan isen-isen tetapi lebih rumit.
4) Nembok
Selanjutnya proses menutupi bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dalam hal ini warna biru, yaitu dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seperti tembok penahan.
5) Medel
Kemudian pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.
6) Ngerok dan Mbirah
Tahap ini malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan, setelah itu kain dibilas dengan air bersih. Dilanjutkan kain diangin-anginkan.
7) Mbironi
Mbironi adalah menutupi warna biru dan isen-isen pola berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. Selanjutnya proses ngrining, mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Biasanya, ngrining dilakukan setelah proses pewarnaan.
8) Menyoga
Soga merupakan sejenis kayu yang dapat digunakan untuk pewarna coklat. Caranya dengan mencelupkan kain kedalam campuran warna coklat tersebut.
9) Nglorod
Tahap terakhir dari pembuatan batik tulis maupun cap yang menggunakan perintang malam. Tahap ini pembantik melepaskan seluruh malam dengan memasukkan ke air mendidih. Selanjutnya diangkat dan dibilas dengan air bersih kemudian diangin-anginkan. Proses pembuatan batik memang cukup lama dan melibatkan beberapa orang serta penyelesaian suatu tahap atau proses memakan waktu. Inilah yang menyebabkan batik tulis harganya mahal.

Mbatik

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Proses Tradisional

Wednesday 26 February 2014 | Blog

Buat para Batik Lover yang mempunyai struktur badan gemuk atau besar jangan berkecil hati. Tetap berbusana…

Monday 3 July 2017 | Blog, Diklat

Masjid “Al Syarikah” Polsek Dusun Selatan di Jalan Andreas Gani Gandrung Buntok melaksanakan kegiatan peribadatan rutin…

Tuesday 25 February 2014 | Blog

Merawat kain batik tulis memang berbeda dan itu tidak mudah. Dibanding merawat batik cap atau printing.…

Saturday 10 June 2017 | Blog

MENGENAL KROASIA Kroasia merupakan salah satu negara pecahan Yugoslavia dengan luas daratan 56,594 km² dan wilayah…