Motif Batik Pengantin (2)

Jaman dahulu masih banyak para orang tua untuk menyarankan supaya memakai batik yang mempunyai awalan “sido” pada saat melangsungkan upacara pernikahan yang menggunakan adat Jawa. Beberapa diantaranya batik sido mulyo, sido luhur, sido asih, sido mukti, dan sido wirasat.

1. Motif Sido Mulyo
Motif ini masih mempunyai pengaruh dari keraton yang masih dari Banyumas. Motif ini pantas dikenakan bagi para mempelai pria maupun wanita. Arti atau harapan yang terkandung dalam motif ini agar kelak hidupnya dalam kemuliaan, kebahagiaan, dan penuh kelimpahan rejeki.

2. Motif Sido Luhur
Motif yang berasal dari daerah keraton Surakarta ini memiliki arti atau makna keluhuran atau budi luhur yang dijunjung tinggi dalam hidup. Maksud keluhuran diri yaitu keluhuran yang lengkap, baik materi maupun non materi. Materi berarti hidup berkecukupan atau dapat mencukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja keras sesuai dengan pekerjaannya. Non materi berarti keluhuran budi, tindakan, serta ucapan. Motif ini sangat pas dipakai mempelai wanita disaat malam pengantin.

3. Motif Sido Asih
Motif ini masih berasal dari daerah keraton surakarta dengan arti atau harapan supaya kelak rumah tangga kedua mempelai selalu dipenuhi kasih sayang. Motif ini juga pas buat mempelai wanita dimalam pengantin.

4. Motif Sido Mukti
Motif ini dikembangkan oleh para petani daerah Surakarta. Motif ini biasa dikenalan kedua mempelai saat pesta resepsi. Motif ini berarti atau berharap tercapainya mukti atau kemakmuran dalam kehidupan didunia dan akhirat. Nama lain dari motif ini adalah sawitan (sepasang) yang bermakna doa dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Old wedding

5. Motif Sido Wirasat
Dalam motif ini biasanya disertai motim truntum yang menggambarkan nasehat orang tua kepada kedua mempelai dalam membangun mahligai kehidupan berumah tangga.