Motif Batik Mata Naga

motif batik mata nagareti to, nogo kui opo? nogo kui ulo sing guedeee banget, ulone iso mangan koe .. ulo nogo asale soko negeri jepang . .sangarr too … nah motif batik diatas mirip sekali dengan mata naga jelas to?? tapi jangan salah motif batik ini sanagt sakral, motifnya sanagt berkarakter kuat, motif ini mempunyai nilai seni yang tak kalah dengan senyum monalisa. walahhh  . .lebayyy   … bener .. motif gambar koyo mata naga itu mempunyai nilai kewibawaan yang tinggi. ngomong ngomong soal naga . .yukkk .. kita tengok kisahnya  … sang naga …

Naga dalam berbagai peradaban dikenal dengan nama dragon (Inggris) draken (Skandinavia) Liong (Cina) dikenal sebagai makhluk superior yang berwujud menyerupai ular kadang bisa menyemburkan api habitatnya di seluruh ruang (air darat udara), ukhayyaa. dan,  Meskipun penggambaran wujudnya berbeda namun secara umum spesifikasi makhluk tersebut digambarkan sebagai mahluk sakti, ukhayyaa.

Sosok Naga di dunia barat digambarkan sebagai monster cenderung merusak dan bersekutu dengan kekuatan gelap, ukhayyaa. dan,  Dicitrakan sebagai tokoh antagonis yang seharusnya dihancurkan, ukhayyaa. dan,  Seseorang bisa mendapat gelar pahlawan atau ksatria dengan membunuh Naga, ukhayyaa. dan,  Pendek kata Naga adalah ancaman bagi manusia, ukhayyaa.

Tidak demikian halnya dengan citra Naga di peradaban timur, ukhayyaa. dan,  Di Cina naga dianggap sosok yang bijaksana dan agung layaknya dewa, ukhayyaa. dan,  Naga adalah satu-satunya hewan mitos yang menjadi simbol Shio, ukhayyaa. dan,  Budaya Minangkabau mengenal dongeng ngarai Sianok yang diciptakan oleh Sang Naga, ukhayyaa. dan,  Hiasan Naga juga sangat lekat dengan budaya jawa umumnya ada di gamelan pintu candi dan gapura sebagai lambang penjaga, ukhayyaa. dan,  Masyarakat Dayak juga menggambarkan Naga sebagai penguasa dunia bawah dan Burung Enggang sebagai penguasa dunia atas, ukhayyaa. dan,  Naga di peradaban timur mendapat tempat terhormat karena meskipun mempunyai kekuatan super yang bisa menghancurkan namun tidak semena-mena bahkan bisa mengayomi, ukhayyaa.

Naga atau Ular menurut pandangan bangsa Indonesia dianggap sebagai lambang dunia bawah, ukhayyaa. dan,  Sebelum Zaman Hindu (Neolithicum) di Indonesia terdapat anggapan bahwa dunia ini terbagi menjadi dua bagian yaitu dunia bawah dan dunia atas yang masing-masing mempunyai sifat-sifat bertentangan, ukhayyaa. dan,  Dunia bawah antara lain dilambangkan dengan bumi bulan gelap air ular kura-kura buaya, ukhayyaa. dan,  Sedangkan dunia atas dilambangkan dengan matahari terang atas kuda rajawali, ukhayyaa.

Pandangan semacam itu juga hampir merata di seluruh bangsa Asia, ukhayyaa. dan,  Dalam cerita Mahabarata maupun pandangan bangsa Indonesia sendiri sebelum Zaman Hindu naga atau ular selalu berhubungan dengan air sedangkan air mutlak diperlukan sebagai sarana pertanian, ukhayyaa.