Pegawai Negeri

Informasi Pegawai Negeri

Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengungkap Misteri Batik

Feb
23
2014
by : .... Posted in : Blog

Mitos seputar pembuatan batik, mungkin hanya sedikit yang pernah mendengar. Contoh penciptaan motif batik sidoluhur yang pembuatannya harus menahan nafas, motif batik parang yang tercipta karena kekaguman seorang Panembahan Senopati kepada batu karang dan ombak dilautan, atau motif batik truntum yang konon tercipta karena sebuah pengharapan seorang garwa ampil kepada rajanya.
Seperti keris, batik juga mempunyai mitos-mitos tentang pembuatannya. Motif sidoluhur yang diciptakan Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati pendiri Mataram Jawa, serta cucu dari Ki Selo adalah contohnya. Konon motif sidoluhur dibuat khusus oleh Ki Ageng Henis untuk anak keturunannya. Harapannya agar si pemakai dapat berhati dan berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat banyak.
Menurut seorang pengamat budaya Jawa, Winarso Kalinggo, motif itu kemudian dimanifestasikan ke selembar kain dan dicanting oleh Nyi Ageng Henis. Beliau seorang yang mempunyai kesaktian. Ia selalu megeng (menahan) nafas dalam mencanting sampai malam dalam canting tersebut habis. Itu dilakukan agar konsentrasi terjaga dan seluruh doa serta harapan tercurah penuh ke kain tersebut. Sampai saat ini, secara umum proses penciptaan batik masih seperti jaman dulu. Laki-laki membuat motif, yang wanita mencanting.
Pada proses pembuatan motif parang juga seperti itu. Panembahan Senopati (bertahta 1540–1553) dikenal sebagai pencipta motif parang. Beliau mendapat inspirasi semasa ia melakukan teteki (menyepi dan bersemedi) di goa dipesisir Laut Selatan pulau Jawa. Beliau kagum terhadap karang yang membentuk stalagmit dan stalaktit yang ada di dalam goa. Menurut Panembahan filosofinya sangat mendalam. Setelah menjadi Raja Mataram, ia pun menyuruh para putri kraton untuk mencanting motif tersebut.
Tapi ada pengecualian dalam proses penciptaan truntum. Menurut Winarso Kalinggo motif tersebut diciptakan oleh Kanjeng Ratu Beruk. Anak dari seorang abdi dalem bernama Mbok Winarejo. Ia seorang garwa ampil dari PB III. Persoalan tersebut yang membuat Kanjeng Ratu Beruk gundah hati. Ia mendamba menjadi permaisuri kerajaan. Pada suatu malam ia melihat bunga tanjung jatuh berguguran. Pada saat itu ia mencanting motif truntum dengan latar belakang hitam yang merefleksikan dari sebuah harapan dimana langit gelap tidak ada bulan tapi bintang-bintang bertebaran. Mempunyai arti masih ada kemudahan atau kesempatan disetiap kesulitan.
Ada cerita konon PB III juga seorang pembuat motif batik. Setelah perjanjian Giyanti beberapa pusaka dan batik diboyong ke Jogja oleh Pangeran Mangkubumi. Dari situ terdengar cerita bahwa ada perang dingin antara Jogja dan Solo. Untuk meredam gejolak tersebut PB III melakukan teteki di sungan Kabanaran dekat makam Ki Ageng Henis. Pada malam itu hanya diterangi oleh lampu teplok dan bersamaan turun hujan gerimis. Waktu melihat hujan jatuh terkena cahaya teplok PB III mendapat aspirasi motif ujan riris yang menggambarkan bahwa langit juga menangis gara-gara gejolak antara Solo dan Jogja.
Pada waktu PB IV bertahta mulailah rakyat terjun ke dunia membatik. Mulai waktu inilah muncul mitos-mitos tentang batik. Kopohan merupakan batik yang digunakan untuk membungkus bayi saat bayi baru lahir dan hanya dipakai satu keluarga secara turun temurun. Batik tersebut dicuci dan disimpan oleh keluarga itu sendiri dan disimpan disertai wewangian dari akar lara setu. Kain batik baru boleh keluar dari lemari hanya sebagai suwuk ketika bayi jatuh sakit. Mitos terbaru yaitu motif kembang bangah diciptakan oleh Go Cik Swan sebagai ungkapan protes terhadap keadaan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat jelata melainkan kapitalisme. Kembang bangah yaitu bungan bangkai yang berkelopak indah tapi baunya busuk.

loading...


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Mengungkap Misteri Batik

Friday 27 June 2014 | Blog

BAtik situbondo memang sangat fenomenal, dengan keaslianyya pada perkembangan budaya Indonesia Batik Situbondo adalah Batik asli…

Sunday 18 December 2016 | Blog

Program NUSP-2 KemenPU Masyarakat RW 07 Tanjungsengkuang mengaku telah merasakan manfaat dari program Neighborhood Upgrading and…

Tuesday 22 April 2014 | Blog

Saat ini kain batik kembali menjadi trend mode. Sebagai ciri khas bangsa Indonesia baju batik sering…

Thursday 10 August 2017 | Blog, Diklat, Dokumentasi, Produk

Bersama Lurah Jodoh Pasang 1.000 Bendera SUPRIZAL TANJUNG, Batam KELUARGA besar Kelurahan Jodoh memasang 1.000 bendera…