Batik dan Jawa

Batik salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang telah mendapat pengakuan dari dunia. UNESCO menetapkan batik Indonesia termasuk didalamnya teknik pembuatan, teknologi peralatan, dan pengembangan motif serta budaya yang mendasari pembuatan batik. Tanggal 2 Oktober 2009 merupakan kebanggaan bangsa Indonesia karena mulai saat itu batik menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya, lisan, dan nonbendawi (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity)
http://www.indokabana.com/wp-content/uploads/2013/10/indokabana-0066-batik-tulis.jpg

Batik berasal dari kata “amba” dan “titik”, keduanya berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai arti atau makna. Amba berarti menulis dan titik yang berarti titik atau dot (Inggris). Pada dasarnya asal mula batik atau orang membuat batik tidak ada yang tahu persis kapan bangsa Indonesia terutama orang Jawa membuat batik. Tidak ada satu catatan sejarah yang dapat memastikan orang Jawa membuat batik sehingga para sejarahwan hanya bisa mereka-reka aja.

Dari jaman dahulu orang Jawa sudah memakai kain batik atau jarikan (dalam bahasa Jawa) untuk pakaian sehari-hari terutama kaum hawa. Seiring kemajuan jaman pemakaian kain batik atau istilah Jawanya jarik mulai ditinggalkan. Hanya orang-orang tua atau orang Jawa yang masih memegan tradisi Jawa yang masih menggunakan jarikan dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang ini masih bisa ditemui dipasar tradisional atau didesa-desa yang jauh dari kota. Bisa ditemui diwaktu acara pernikahan yang masih menggunakan adat Jawa. Kain batik atau jarik mempunyai nilai seni dan historis yang tinggi yang berhubungan dengan tradisi kepercayaan orang Jawa jaman dahulu.