Asal Batik

Batik 1870

Kartini

Batik merupakan kain yang mempunyai motif atau corak yang bermacam-macam. Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu amba dan titik. Awal dimulai orang membuat batik di Jawa tidak ada catatan sejarah yang pasti kapan. Para ahli memprediksi kemungkinan abad ke-6 atau ke-7. Daerah-daerah yang asli mempunyai tradisi batik seperti Tanah Toraja, Flores, dan Halmahera. Wilayah tersebut merupakan area yang dipengaruhi Hinduisme. Tapi oleh beberapa ahli berpendapat daerah tersebut memiliki tradisi kuno membuat batik walau sebenarnya belum ada bukti pasti. Tradisi batik kemungkinan dibawa dari India ke Indonesia terutama pulau Jawa.

Batik salah satu komoditi textile yang mengacu pada proses pembuatan dengan pewarnaan kain menggunakan malam yang dipanaskan sehingga mencair kemudian dengan menggunakan “canting” mulai menggambar diatas kain mori berwarna putih yang telah diberi pola tertentu. Canting merupakan alat yang berfungsi mirip pena yang ujungnya agak runcing dan mempunyai tabung tempat isi malam cair. Proses pembuatan batik dikenal sebagai wax resist dyeing yaitu pewarnaan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain.

Pola atau motif pada batik mempunya arti dan nama sendiri-sendiri sehingga mempunyai kekhasan masing-masing. Motif-motif ini bisa kita lihat di batik-batik Jawa kuno yang dibuat mempunyai arti atau melambangkan harapan bagi pemakainya. Dahulu hanya orang yang masih kerabat keraton atau pembesar yang mempunyai kemampuan membatik tapi setelah pecah perang dan terjadi resesi kemudian diturunkan ke masyarakat untuk membantu perekonomian.